my life started with sixteen-two

Friday, February 20, 2015

Yoga Dirga Cahya : in my memory

Saat saya mulai menulis postingan ini, saya merasa mata saya mulai basah.

Saya pertama kali bertemu Yoga saat saya baru masuk NTU, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Beliau adalah teman satu angkatan suami saya dari jurusan Biologi. Kemudian, saya dapat kesempatan untuk bekerja bareng Yoga di komite Get Together Day 2006, semacam komite penyambutan mahasiswa baru Indonesia di NTU. Saat itu, saya adalah koordinator PR, sementara Yoga menjabat koordinator group leaders.





Tak banyak interaksi saya dengan Yoga saat itu. Lebih karena portfolio kami yang memang tidak perlu berkoordinasi terlalu banyak, dan saya yang masih anak baru. Kesan tentang Yoga saat itu adalah: Yoga punya bakat buat jadi pangeran kampus :)

Empat tahun saya di NTU, kabar tentang Yoga cuma sekelibat saja yang saya dengar. Paling2 cuma say hello kalau ketemu di jalan ke lecture atau tutorial. Tempat gaul nya beda, teman gaul nya juga beda. Dan ya sudah, begitu saja.

Setelah beliau lulus pun saya kurang dengar lagi kabarnya. Suami saya masih kadang2 ketemu waktu baru awal2 lulus. Malah sempat foto studio bareng.

Photo courtesy of Idos


Sampai akhirnya sekitar mid 2013, saya dengar Yoga mencalonkan diri jadi anggota DPR dapil luar negeri. Jujur, saya sempat kaget. Sebuah pilihan yang tidak biasa untuk seorang lulusan Biologi seperti Yoga. Tapi saya juga tidak begitu heran, mengingat Yoga yang aktif di organisasi macam2 bahkan setelah lulus.

Saya pun hanya jadi silent follower. Walaupun ada beberapa statement nya yang mungkin tidak saya benar2 dukung, tapi saya tetap salut. Dalam hati saya kagum, Yoga berani untuk melakukan sesuatu yang konkrit untuk negara nya. 

Percakapan terakhir saya dengan Yoga adalah bulan Maret tahun lalu. Saya diminta seorang teman saya di Rotterdam untuk menghubungkan dia dengan Yoga. Sebagai caleg untuk dapil luar negeri, teman saya ingin melibatkan Yoga dalam diskusi dengan calon pemilih luar negeri via Reddit. Yoga tentu saja menyambut dengan senang hati. (ini link ke discussion nya bagi yang mungkin berminat: http://www.reddit.com/r/indonesia/comments/218buc/yoga_dirga_cahya_caleg_dapil_dki_jakarta_ii_luar/)

Maret 2014


Setelah pemilu 2014 kemarin, saya dengar Yoga kembali ke Jakarta, buka usaha restoran Cina halal :) 

Dan tiba-tiba... hari ini suami saya mengabarkan berita: Yoga dirawat di IGD RSCM karena masalah ginjal. Saya kaget, setahu saya Yoga adalah seorang yang sehat dan rajin olahraga. Tapi saya masih belum punya prasangka buruk, dan mendoakan semoga Yoga cepat sehat. 

Hingga beberapa jam kemudian, saya membuka Facebook dan menemukan banyak sekali postingan yang dimulai dengan,

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, RIP Yoga Dirga Cahya
Saya tak sanggup berkata2 sembari terus memeriksa Facebook saya. Yoga meninggal karena gagal ginjal, begitulah ringkasannya. Saat itu saya ada di luar, sedang menunggu pesanan makanan. Suami segera saya kabari dan sama seperti saya, dia pun hanya bisa berucap 'innalillahi wa inna ilaihi rojiun'

Sekali lagi, kami diingatkan.

Hidup yang begitu pendek dan rapuh. Dan bahwa kita semua, nanti pasti kembali pada Nya.

It's just the matter of who's going first. And what will we bring with us.



Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat jalan, Yoga. 
Allah loves you so much that He called you very soon. 
Be happy with Him. You will suffer no more. 
Apapun yang indah di dunia ini, tak ada yang mengalahkan surga Nya. 
Semoga kau bersama orang-orang mukmin.

See you when we see you, insya Allah.



0 comments:

Post a Comment